Laba Menjanjikan dari Bisnis Indekos

Media Promosindo

Punya lahan kosong atau rumah kedua yang tidak Anda tempati? Mengapa Anda tidak mencoba menggunakannya untuk bisnis indekos? Selain tidak mubazir, aset Anda akan lebih produktif ketimbang dibiarkan begitu saja dalam waktu lama. Apalagi jika lokasi rumah atau lahan tersebut berdekatan dengan pusat perbelanjaan, perkantoran, atau kampus.

Bisnis indekos bisa dijadikan pilihan tepat bagi Anda yang masih bekerja kantoran tapi ingin memperoleh penghasilan tambahan setiap bulannya tanpa perlu mengelolanya sendiri (passive income).

Salah satu yang menarik dari bisnis indekos adalah keuntungan yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan Anda hanya menyewa lahan kosong. Nilai return dari uang sewa atau disebut dengan istilah yield dari indekos berkisar antara 6%-7% per tahun. Bila dibandingkan dengan return dari rumah sewa yang hanya berkisar 3-4%, usaha indekos lebih menguntungkan.

Jika berada di lokasi premium, seperti di kawasan pusat perbelanjaan, perkantoran atau kampus, nilai return sewa kos bisa mencapai 8%-9% per tahun. Angka yang hampir sama dengan return dari sewa apartemen. Namun keuntungan ini baru diperoleh dalam jangka waktu investasi yang lebih panjang dibandingkan apartemen yang hanya di bawah lima tahun.

Menurut Ali Tranghanda, pengamat properti dari Indonesia Property Watch, bisnis indekos biasanya membutuhkan waktu 12-15 tahun untuk mencapai break event point (BEP) bila diperhitungkan hanya dari uang sewa.

Tetapi perlu diingat, nilai properti akan terus melonjak naik dari tahun ke tahun apalagi yang berada di lokasi strategis. Seiring berjalannya waktu, capital gain atau nilai jual properti akan semakin tinggi, bisa mencapai 15% bahkan mencapai 30% tergantung pada lokasinya. “Dengan perhitungan nilai sewa sebesar 6% ditambah dengan nilai jual sebesar 15%, maka penghasilan investasi yang diperoleh setiap tahun minimal senilai 21%,” ungkap Ali seperti dilansir pesona.co.id.

Dibandingkan sewa apartemen atau rumah. tantangan terbesar dari bisnis indekos terletak pada pengelolaannya. Sebab bisnis ini tidak sekadar menyewakan tempat tinggal saja, tetapi sekaligus ‘menjual’ servis dan fasilitas, terutama indekos yang ekslusif. Untuk itulah, bisnis ini butuh biaya operasional lebih besar untuk penyediaan berbagai layanan, seperti cuci-setrika pakaian, kebersihan, hingga jaringan free wifi.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan perbaikan dan renovasi secara berkala, seperti pengecatan ulang atau perbaikan atap bocor. Sementara untuk apartemen ataupun rumah, biasanya penyewa harus mengurus segala urusan rumah tangga dan bertanggung jawab jika ada kerusakan sendiri. Dengan begitu, biaya operasional dan biaya maintenance (termasuk biaya penyusutan bangunan) perlu dijadikan pertimbangan dalam menentukan harga sewa kos.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah penentuan aturan main terhadap penyewa. Salah satu kendala yang sering ditemui para pemilik kos antara lain menerapkan disiplin, mulai dari pemberlakuan ‘jam malam’ hingga penagihan uang kos. Terutama jika penyewa dari kalangan mahasiswa yang tergantung pada kiriman uang dari orangtua mereka.

Sumber : Ciputraenterpreneurship.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s